Tunggu, menunggu. Kedengarannya sepele namun perlu kesabaran untuk melaksanakannya.
Mengapa kita harus menunggu? Apa manfaat kita menunggu?
Acapkali pertanyaan-pertanyaan itu bermunculan di pikiran kita.
Menunggu seringkali menjadi kelemahan yang dimiliki oleh manusia.
Diawal perjalanan mungkin mudah, namun kadang di tengah-tengah semakin melemah lalu menyerah.
Apalagi tak selamanya yang kita tunggu itu berbuah hasil yang kita harapkan.
Lalu untuk apa kita menunggu?
Hal ini pula yang sedang saya pikirkan sekarang.
Ketika saya terjebak diantara harus menunggu atau melepas apa yang saya harapkan.
Disaat saya harus memilih yang tidak pasti atau mencari yang sudah pasti.
Antara menunggu yang diimpikan atau lari dari kenyataan.
Jujur saya lemah dalam menunggu.
Apalagi setelah saya tahu apa yang saya tunggu tak pernah menunggu saya.
Apalagi setelah saya tahu yang saya tunggu ternyata menunggu hal lain
Ya,sia-sia bukan?
Lalu apa?
Kenapa?
Kadang tak semua pertanyaan bisa dijawab dengan suatu alasan.
Ada kalanya suatu pertanyaan tak perlu dijawab. Cukup disimpan. Tak usah dipertanyakan.
Kadang hati kecil ini tidak bisa sembarang berkata.
Biarkan semua ini mengalir. Sampai waktunya tiba.
Tunggu. Ya. Saya akan tetap menunggu.
Sampai apa yang saya harapkan bisa terjadi dan apa yang saya kerjakan tak sia-sia.
Walaupun mungkin di tengah jalan saya terjebak oleh pedihnya perangkap.
Terkilir oleh pahitnya kenyataan. Terjatuh dan terluka saat berlari mengejarnya.
Walaupun mungkin orang-orang akan mencegahku agar aku bisa aman dari semua itu.
Tidak,saya tidak peduli.
Tetap saya akan menunggu, apapun yang terjadi.
Sampai saya benar-benar merasa muak,sampai saya merasa kebal oleh rintangannya.
Saya yakin apa yang saya tunggu tidak akan sia-sia.
Kalaupun Allah menakdirkan hal lain,saya tidak akan menyesalinya.
Karena yang saya tahu, saya sudah berusaha.
Tunggu! Ya itu mauku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar